Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt <p>Jurnal online mahasiswa Program Studi Ilmu Kebidanan STIKes Hang Tuah Pekanbaru (e-ISSN <strong>2776-625X</strong>) berisikan artikel ilmiah dari Tugas Akhir dan atau sebagian dari Tugas Akhir mahasiswa Diploma Tiga (3) Program Studi Ilmu Kebidanan STIKes Hang Tuah Pekanbaru yang merupakan kewajiban mahasiswa menggunggah karya ilmiah sebagai syarat ujian diploma. Kewajiban unggah tersebut tertuang dalam Peraturan Ketua STIKes No. 415/UN19/AK/2012 tentang Pedoman Penerbitan Karya Ilmiah Sebagai Persyaratan Kelulusan Mahasiswa Diploma Tiga (3) STIKes Hang Tuah Pekanbaru.</p> Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru en-US Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2776-625X ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN KONSUMSI PUTIH TELUR UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI PMB SITI JULAEHA KOTA PEKANBARU TAHUN 2021 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/724 <p>Luka perineum adalah robekan yang terjadi pada perineum sewaktu persalinan.Luka perineum dapat dicegah dengan memberikan asuhan berupa pemberian putih telur. Data yang didapatkan dari survey di PMB Siti Julaeha tercatat 25 persalinan 15 diantaranya dengan tindakan episiotomi derajat 2 dan 10 diantaranya tidak ada robekan luka perineum dan tidak mengetahui apa saja penanganan luka perineum karena kurangnya informasi yang di dapatkan bagaimana cara perawatan luka perineum dengan baik dan benar. Tujuan dilakukannya asuhan mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan luka perineum. Metode yang digunakan adalah studi kasus, dilaksanakan di PMB Siti Julaeha dari tanggal 16-22 Juli 2021. Hasil yang didapatkan pada kunjungan pertama yaitu nyeri pada luka perineum dengan nilai REEDA 7, pada kunjungan kedua yaitu luka perineum yang dialami ibu sudah kering dengan nilai REEDA 0. Disimpulkan bahwa perubahan menggunakan putih telur setelah dilakukannya asuhan mengalami penyembuhan pada luka perineum. Disarankan agar tenaga kesehatan penkes tentang menu gizi seimbang mengkonsumsi putih telur dan mensosialisasikan cara membersihkan dan merawat luka perineum dengan benar.</p> Popi Anggraini Yulrina Ardhiyanti Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 201 208 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.724 ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN YOGA PADA IBU HAMIL UNTUK MENGATASI KECEMASAN DI PMB HASNA DEWI KOTA PEKANBARU 2022 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/1019 <p><span style="text-decoration: underline;">Kehamilan trimester 3 merupakan trimester akhir kehamilan, pada periode ini pertumbuhan janin dalam rentang waktu 28-40 minggu dimana ibu mengalami rasa khawatir atau cemas yang berlebih akan persalinan sehingga memicu stress yang berlebih atau disebut sebagai fase terberat selama kehamilan. Kecemasan (ansietas/anxiety) adalah gangguan alam perasaan (affective) yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan. Kecemasan ibu hamil dapat berdampak buruk sehingga dapat memicu terjadinya rangsangan kontraksi rahim. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan keguguran dan peningkatan tekanan darah sehingga mampu memicu terjadinya preeklamsi. Tujuan asuhan ini adalah untuk memberikan asuhan pada ibu hamil trimester 3 dengan yoga pada ibu hamil untuk mengatasi kecemasan di PMB Hasna Dewi Pekanbaru. Subjek studi kasus ini adalah ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan dan melakukan pendokumentasian dalam bentuk SOAP dan menggunakan instrumen asuhan kebidanan. Hasil asuhan menunjukan bahwa asuhan yoga yang diberikan penulis terhadap pasien dikatakan dapat berkurang dari kecemasan ringan menjadi tidak ada kecemasan. Pada kunjungan pertama ibu mengatakan cemas dengan kehamilannya dikarenakan pada trimester II ibu mnegalami janin sungsang. Kemudian setelah diberikan asuhan yoga terhadap ibu selama 1 minggu dengan 3-4 kali kunjungan (28-31 Mei 2022) ibu mengatakan bahwa rasa cemas yang dialami sudah tidak dirasakan lagi. Penulis berharap asuhan yoga ini dapat dijadikan sebagai salah satu asuhan kebidanan yang tepat terhadap ibu hamil untuk mengatasi kecemasan yang dialami pada akhir kehamilan.<br></span></p> Fitri Herlina Intan Widya Sari Rina Yulviana Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 242 247 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1019 ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III DI PMB ERNITA KOTA PEKANBARU TAHUN 2022 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/1024 <p>Kehamilan merupakan pertemuan ovum dengan sperma yang melibatkan perubahan fisik maupun psikologis. Selama kehamilan tidak jarang ibu hamil mengalami ketidaknyamanan terutama pada trimester 3. Ketidaknyamanan yang dialami oleh ibu hamil adalah sering buang air kecil, kram pada kaki, gangguan tidur, oedema, gangguan pernafasan serta hemoroid . Tujuan pengambilan kasus ini dilakukan untuk melaksanakan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan Ketidaknyamanan Trimester III agar ibu hamil tersebut bisa mengatasi keluhannya. Metode pada asuhan ini adalah metode studi kasus kemudian didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Subjek penelitian Ny “W” umur 40 tahun G4P2A1H2. Hasil asuhan dari tanggal 02 s/d 07 Juli 2022 yaitu ibu mengatakan sering buang air kecilnya sudah berkurang, nyeri punggung berkurang, kaki bengkak berkurang dan susah tidur sudah teratasi. Hasil asuhan yang dilakukan selama 6 hari adalah sering buang air kecil berkurang, nyeri punggung berkurang, kaki bengkak berkurang dan susah tidur sudah teratasi. Kesimpulan dari asuhan yang diberikan dengan dilakukannya pendidikan kesehatan menggunakan leaflet tentang ketidaknyamanan pada ibu hamil trimester 3 keluhan dapat teratasi. Saran bagi peneyedia layanan kesehatan yaitu dapat memberikan informasi dalam bentuk poster,leaflet atau penyuluhan pada kelas ibu hamil tentang ketidaknyamanan trimester III beserta cara mengatasinya</p> <p>Kata Kunci : Asuhan Kebidanan, Ibu Hamil, Ketidaknyamanan Trimester III</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Nilam Rizky Yulia Efendi Juli Selvi Yanti Cecen Suci Hakameri Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 275 279 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1024 ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN SENAM KEGEL UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI PMB DINCE SAFRINA, SST KOTA PEKANBARU TAHUN 2021 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/468 <p>Selama nifas, ibu banyak mengalami perubahan fisik seperti dinding perut menjadi kendor, longgarnya liang senggama dan otot dasar panggul. Pada saat persalinan, ibu bisa mengalami laserasi perineum. Laserasi perineum merupakan robekan yang terjadi pada perineum sewaktu proses persalinan. Senam nifas sangat baik dilakukan pada ibu setelah melahirkan, senam yang diterapkan pada masa nifas yaitu senam kegel. Senam kegel adalah senam untuk menguatkan otot panggul, senam ini bisa dilakukan segera setelah melahirkan untuk mempercepat dan pemulihan luka perineum. Asuhan ini bertujuan untuk melihat pengaruh senam kegel terhadap proses penyembuhan luka perineum di PMB Dince Safrina, SST, MKM Kota Pekanbaru Tahun 2021. Objek pada asuhan ini adalah salah satu ibu nifas&nbsp; di PMB Dince Safrina, SST, MKM dengan 2 kali kunjungan rumah. Asuhan ini dilakukan dengan pendekatan pendokumentasian metode SOAP. Studi kasus ini dilakukan pada Ny. S dari Nifas hari 1 sampai hari ke 7. Dari pengumpulan data dan asuhan saat kunjungan dari awal sampai kunjungan terakhir luka perineum ibu sudah kering dan ibu sudah merasa sehat dan tidak ada keluhan.</p> Nurizki Anif Putri Rita Afni Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 153 158 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.468 ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN RUPTUR PERINIUM DI PMB HASNA DEWI KOTA PEKANBARU TAHUN 2021 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/718 <p>Luka perineum adalah perlukaan yang terjadi pada saat persalinan di bagian perinuem. Faktor penyebeb luka perineum pada ibu nifas antara lain partus presipitatus yang tidak di kendalikan yang tidak di tolong, pasien tidak mampu berhenti mengejan, arkus pubis sempit dengan pintu bawah panggul yang sempit sehingga menekan kepala bayi kearah posterior dan perluasan episiotomy. Dari studi pendahuluan di PMB Hasna Dewi terdapat 45 orang ibu bersalin, 25 ibu nifas lainnya tidak tau tentang perawatan luka perineum karena masih percaya terhadap mitos-mitos yang menuntut mereka untuk berpantangan terhadap makanan. Tujuannya yaitu untuk melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan rupture perineum secara menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendekatan manajemen serta pendokumentasian SOAP. Metode yang digunakan adalah studi kasus, dilaksanakan di PMB Hasna Dewi pada tanggal 23 Juli sampai 29 Juli 2021. Hasil yang di dapatkan pada kunjungan pertama luka perineum ibu tanpa basah pada luka perineum dengan nilai reeda 7 dan kunjungan kedua luka perineum ibu sudah menyatuh dan menggering tidak ada tanda-tanda infeksi dengan nilai reeda 0. Disimpulkan bahwa pelaksanaan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan rupture perineum 2 kali kunjungan di dapatkan hasil perawatan luka perineum membaik. Disarankan perlunya di adakan kelas ibu nifas di PMB untuk memberikan asuhan kebidanan secara berkelompok.</p> <p>&nbsp;</p> Sisi Putri Ayuni Juli Selvi Yanti Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 224 229 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.718 ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI DENGAN PIJAT BATUK PILEK DIPMB HASNA DEWI F.S KOTA PEKANBARU TAHUN 2022 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/1011 <p>Batuk pilek adalah infeksi virus yang dapat menyerang saluran pernafasan atas (hidung sampai tenggorokan) dan menimbulkan gejala ingus meler atau hidung mampet, batuk sering disertai demam dan sakit kepala, salah satu upaya pengobatan non farmakologi bisa dilakukan dengan terapi pijat batuk pilek pada anak. Dari studi pendahuluan yang telah dilakukan di PMB Hasna Dewi F.S Terdapat 10 Bayi dan 4 bayi orang tuanya belum mendapat informasi cara mengatasi batuk pilek dengan pijat. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi dengan melakukan pijat batuk pilek pada bayi secara menyeluruh dan berkesinambungan dengan Metode SOAP. Kasus ini di Laksanakan PMB Hasna Dewi F.S pada Tanggal 25 – 29 Maret 2022. Hasil yang didapatkan kunjungan pertama bayi dalam keadaan batuk pilek , kunjungan kedua batuk pilek mulai membaik dan kunjungan ketiga batuk pilek pada bayi sudah sembuh tidak pilek dan batuk lagi. Setelah dilakukan asuhan maka hasil yang di dapatkan pada kunjungan terakhir yaitu gangguan Batuk Pilek pada By.A dapat teratasi. Disarankan untuk dapat memberikan informasi mengenaik pijat batuk pilek kepada para ibu, sehingga bisa menambahkan pengetahuan para ibu manfaat dari pijat batuk pilek</p> Zulfa Novia Yanti Eka Maya Saputri Rina Yulviana Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 217 223 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1011 ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN PEMBERIAN KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN NYERI LUKA PERINEUM DI PMB ONNI DILLA ROZA https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/1022 <div><span lang="EN-US">Robekan jalan lahir merupakan salah satu infeksi yang terjadi pada masa nifas. </span><span lang="id">Ibu nifas dengan robekan jalan lahir atau luka perineummengakibatkan ketidaknyamanan dalam beraktifitas ataupun duduk. Salah satu upaya penanganan secara nonfarmakologis yaitu dengan kompres dingin. Asuhan ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dalam memberikan kompres dingin untuk menurunkan nyeri pada luka. Kompres dingin akan menimbulkan efek analgetik karena dapat memperlambat kecepatan syaraf sehingga impuls nyeri yangdisampaikan ke otak lebih sedikit sehingga menurunkan sensasi nyeri. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan carakompres dingin dengan kriteria pasien nifas dengan nyeri luka perineum derajat I atau</span></div> <div><span lang="DA"> I</span><span lang="id">I. Pengambilan kasus dilaksanakan dengan mendatangi PMB Onni Dilla Roza. </span><span lang="id">Selanjutnya penulis melakukan kontak pertama dengan pasien dan membuat kesepakatan denganpasien. Setelah itu pasien setuju dengan kesepakatan yang telah dibuat dan menandatangani </span><span lang="id">informed consent. Asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan kompres dingin untuk menurunkan nyeri luka perineum dilakukan selama 2 kali kunjungan. Evaluasi asuhanyang diberikan kepada pasien dengan lembar skala nyeri dan skala </span><span lang="id">R</span><span lang="EN-US">EEDA</span><span lang="id">. Hasil pada kajian 1, nyeri luka perienum dirasakan sebelum diberikan kompres dingin berada di skala 4 dengan nilai skala REEDA 3. Setelah dilakukan kompres dingin berada di skala 3 dan skala REEDA masih tetap 3. Pada kajian 2, nyeri luka perineum yang dirasakan berada di skala 0 dengan nilai skala REEDA 0.Kesimpulannya terdapat pengurangan nyeri luka perineum setelah diberikan asuhan kompres dingin selama 4 hari. Diharapkan adanya pemberian informasi dan edukasi seperti pelatihan untuk penanganan berbagai nyeri secara nonfarmakologi dimulai dari masa kehamilan.</span></div> Nyimas Siti Wahyuni Risa Pitriani Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 261 265 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1022 ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN TERAPI REBUSAN DAUN SIRIH UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI PMB DINCE SAFRINA KOTA PEKANBARU TAHUN 2022 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/1034 <p style="font-weight: 400;">Luka perineum adalah perlukaan yang terjadi pada saat persalinan normal di bagian perineum. Perawatan perineum meliputi perawatan yang terjadi akibat proses persalinan dikarenakan rupture dan episiotomi. Perawatan luka perineum pada ibu setelah melahirkan berguna untuk mencegah terjadinya infeksi, mengurangi rasa ketidaknyamanan, menjaga kebersihan dan mempercepat penyembuhan. Sekarang masih banyak ibu bersalin yang mengalami robekan perineum. Di dapatkan data ibu bersalin di PMB Dince Safrina tahun 2021 dari bulan Januari – November adalah 194 orang dan setiap bulannya ada sekitar 10-15 orang, ibu bersalin yang tidak mengalami robekan luka perineum sekitar 5 orang dan yang mengalami robekan luka perineum sekitar 10 orang. Jadi salah satu penyembuhan luka dengan cara terapi non farmakologi yaitu rebusan daun sirih. Tujuan dari studi kasus ini yaitu asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan terapi rebusan daun sirih untuk penyembuhan luka perineum. Metode laporan ini adalah studi kasus, subjek penelitian yaitu Ny. Y umur 22 tahun P1A0H1. Asuhan ini dilakukan di PMB Dince Safrina dan melakukan kunjungan ke rumah pasien. Pengambilan kasus ini dilaksanakan pada tanggal 23-30 Maret 2022. Hasil yang di dapat setelah dilakukan asuhan selama 7 hari dengan terapi rebusan daun sirih asuhan yang diberikan yaitu terapi rebusan daun sirih untuk cebok pada luka jahitan perineum yaitu penyembuhan luka terjadi pada hari ke 4 pospartum keadaan luka bagus,nyeri pada luka jahitan berkurang, tidak ada tanda-tanda infeksi, luka mulai mengerinng dan tidak ada pembengkakan pada luka jahitan. Kesimpulan dari asuhan ini adalah penyembuhan luka perineum menjadi lebih cepat 3-4 hari setelah diberi terapi rebusan daun sirih. Saran untuk petugas kesehatan agar kunjungan postnatal care dilakukan dengan sesuai standar yang dijadikan asuhan rutin bagi setiap ibu nifas.</p> Putri Aprita Een Husanah Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 293 299 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1034 ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL ANEMIA DENGA PEMBERIAN BUAH KURMA DI PMB MURTINAWITA PEKANBARU TAHUN 2021 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/562 <p>Anemia kehsmilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) &lt; 11 gr pada trimester I dan III atau kadar 10,5 gr pada trimester II. Anermia pada ibu hamil berdampak buruk pada ibu pada ibu dan janin, kemungkinan dampak buruk pada ibu hamil yaitu hipoksia akibat anemia dapat menyebabkan syok bahkan kematian ibu saat persalinan, meskipun tidak disertai perdarahan dan kematian bayi. Sedangkan dampak pada janin yaitu premature, bayi lahir berat badan rendah, kecacatan bahkan kematian bayi, lamanya waktu partus karna kurang daya dorong rahim. Anemia disebabkan karna kurang gizi, dan kurangnya kadar zat besi. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia yaitu dengan cara mengkonsumsi buah kurma 7 butir (100 gram) selama 8 hari. Kurma merupakan buah yang kaya akan zat besi. Kurma juga dapat meningkatkan kadar hemoglobin, 7 butir buah kurma dapat memberikan lebih dari 350 energi. Dalam kasus ini penulis melakukan ashuan kebidanan pada ibu hamil anemia dengan pemberian buah kurma 100 gram (7 butir) selama 8 hari dan juga melakukan asuhan secara menyeluruh dan berkesinambungan melalui metode pendokemtassian S-O-A-P. pengambilan kasus dilakukan dengan melakukan 2 kali kunjungan. Asuhan kebidanan dengan pemberian buah kurma dilakukan pada Ny.N usia 30 tahun dengan anemia ringan, setelah dilakukan asuhan kebidanan dengan memakan buah kurma di pagi hari selama 8 hari, didapatkan hasil adanya peningkatan kadar hemoglobin pada ibu. Disarankan kepada tempat pelayanan kesehatan agar menganjurkan pada ibu hamil anemia ringan untuk mengkonsumsi buah kurma agar bisa meningkatkan kadar hemoglobin.</p> Nefta Mei Dayanni Octa Dwienda Ristica Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 181 186 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.562 ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN PEMBERIAN JUS NENAS DAN MADU UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/813 <p><span dir="ltr" style="left: 425.083px; top: 699.69px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.06373);" role="presentation">Masa Nifas ( Puerperium ) adalah masa setelah persalinan </span><span dir="ltr" style="left: 395.283px; top: 728.29px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.02693);" role="presentation">selesai sampai 6 minggu atau 42 hari. Selama masa nifas, organ </span><span dir="ltr" style="left: 395.283px; top: 757.09px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.04331);" role="presentation">reproduksi secara perlahan akan mengalami perubahan setelah </span><span dir="ltr" style="left: 395.283px; top: 785.924px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.01824);" role="presentation">kehamilan maupun persalinan,</span> <span dir="ltr" style="left: 632.117px; top: 785.924px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.03278);" role="presentation">salah satu nya robekan perineum </span><span dir="ltr" style="left: 395.283px; top: 814.524px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.0372);" role="presentation">yang kebanyakan terjadi pada persalinan pertama dan sebagian </span><span dir="ltr" style="left: 395.283px; top: 843.324px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.00389);" role="presentation">pada persalinan selanjutnya, oleh karena itu diperlukan perawatan </span><span dir="ltr" style="left: 395.283px; top: 872.124px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.02706);" role="presentation">yang baik untuk percepatan proses penyembuhan luka perineum </span><span dir="ltr" style="left: 395.283px; top: 900.724px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.00534);" role="presentation">(Maritalia, 2012). Pr</span><span dir="ltr" style="left: 542.083px; top: 900.724px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.00121);" role="presentation">oses</span> <span dir="ltr" style="left: 587.202px; top: 900.724px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.00172);" role="presentation">untuk</span> <span dir="ltr" style="left: 638.117px; top: 900.724px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.00557);" role="presentation">mempercepat penyembuhan luka </span><span dir="ltr" style="left: 395.283px; top: 929.524px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(0.999358);" role="presentation">perineum</span> <span dir="ltr" style="left: 479.578px; top: 929.524px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.03273);" role="presentation">terdapat beberapa cara</span> <span dir="ltr" style="left: 673.051px; top: 929.524px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(0.99316);" role="presentation">yaitu</span> <span dir="ltr" style="left: 722.602px; top: 929.524px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.03844);" role="presentation">melalui mobiliasi dini, </span><span dir="ltr" style="left: 395.283px; top: 958.324px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.07431);" role="presentation">vulva hygine, istirahat yang cukup dan perbaikan gizi</span> <span dir="ltr" style="left: 829.988px; top: 958.324px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(0.999895);" role="presentation">dengan </span><span dir="ltr" style="left: 395.283px; top: 987.124px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.00462);" role="presentation">mengkonsumsi</span> <span dir="ltr" style="left: 522.34px; top: 987.124px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.00451);" role="presentation">makanan</span> <span dir="ltr" style="left: 606.253px; top: 987.124px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.03597);" role="presentation">tinggi protein,makanan tertentu yang </span><span dir="ltr" style="left: 395.283px; top: 1015.72px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.04965);" role="presentation">bisa mempercepat penyembuhan luka perin</span><span dir="ltr" style="left: 734.717px; top: 1015.72px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.07369);" role="presentation">eium salah sat</span><span dir="ltr" style="left: 849.767px; top: 1015.72px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(0.999689);" role="presentation">unya </span><span dir="ltr" style="left: 395.283px; top: 1044.52px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(0.999663);" role="presentation">adalah</span> <span dir="ltr" style="left: 457.633px; top: 1044.52px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.00461);" role="presentation">jus</span> <span dir="ltr" style="left: 491.58px; top: 1044.52px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.00077);" role="presentation">nenas</span> <span dir="ltr" style="left: 549.514px; top: 1044.52px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.00379);" role="presentation">dan</span> <span dir="ltr" style="left: 589.869px; top: 1044.52px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.00571);" role="presentation">madu.</span> <span dir="ltr" style="left: 648.616px; top: 1044.52px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.01719);" role="presentation">Tujuan</span> <span dir="ltr" style="left: 712.161px; top: 1044.52px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.0021);" role="presentation">asuhan</span> <span dir="ltr" style="left: 779.291px; top: 1044.52px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.00228);" role="presentation">kebidanan</span> <span dir="ltr" style="left: 868.599px; top: 1044.52px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.015);" role="presentation">ini </span><span dir="ltr" style="left: 395.283px; top: 1073.32px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.02132);" role="presentation">dilakukan adalah untuk memberikan terapi dengan meminum Jus </span><span dir="ltr" style="left: 395.283px; top: 1102.17px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.0378);" role="presentation">nenas kepada ibu nifas denga luka perineum derajat II agar luka </span><span dir="ltr" style="left: 395.283px; top: 1130.77px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.04726);" role="presentation">perineum yang dialami dapat segera pulih. Asuhan dilakukan</span> <span dir="ltr" style="left: 872.967px; top: 1130.77px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(0.999855);" role="presentation">di </span><span dir="ltr" style="left: 395.283px; top: 1159.57px; font-size: 16.6px; font-family: sans-serif; transform: scaleX(1.09298);" role="presentation">PMB Hj. Zurrahmi dan di kediaman pasien selama 6 hari dari tanggal 26 - 31 juli 2021 dengan menggunakan metode pendokumentasian SOAP. Subyek dalam asuhan ini adalah ibu nifas Ny. R yang mengalami luka perineum derajat II yang menyukai jus nenas dan madu. Hasil asuhan menunjukkan bahwa asuhan pemberian jus nenas dan madu efektif dalam penyembuhan luka perineum pada ibu nifas dilihat berdasarkan hasil kunjungan kedua yaitu luka pada perineum Ny. R sudah kering pada hari ke 5. Saran penulis terhadap tenaga kesehatan agar memberikan edukasi dan informasi terhadap ibu nifas dalam proses penyembuhan luka perineum salah satunya yaitu dengan pemberian jus nenas dan madu.<br></span></p> Elsy Mardiani Kiki Megasari Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 209 216 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.813 Asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan pemberian daun katuk sebagai pelancar ASI di PMB Ernita Kota Pekanbaru tahun 2022 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/1020 <p>Masa nifas adalah masa setelah partus selesai, dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu. Asuhan masa nifas, mencegah perdarahan, perawatan payudara, ASI Eksklusif. Factor ASI tidak lancar yaitu ibu kurang istirahat, dan makanan tidak seimbang, dan ibu banyak pikiran. Upaya memperbanyak ASI yaitu konsumsi sayur daun katuk dan susui bayi sesering mungkin. Tujuan Melakukan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas dengan Pemberian Daun Katuk Sebagai Pelancar ASI di Kota Pekanbaru 2021. Metode pada asuhan ini dengan pendekatan studi kasus, Subjek penelitian ialah Ny.N umur 31 tahun P4A0H4. Hasil asuhan sayur bening daun katuk sebanyak 100 gram selama 6 hari dari tanggal 17 Maret - 22 Maret 2022 memberikan dampak positif terhadap peningkatan ASI ibu dari 10ml menjadi 120ml. Kesimpulan asuhan ini adalah ASI meningkat dari ASI sedikit dan tidak lancar menjadi lancar. Saran untuk PMB Ernita meletakkan poster di dinding ruang tunggu agar ibu hamil yang berkunjung dapat mengetahui cara meningkatkan ASI dengan pemberian daun katuk.</p> Tri Arsih Ramadona Jusmaini Rita Afni Ika Putri Damayanti Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 248 254 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1020 Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Dengan Kunjungan Neonatus – III Di Klinik Pratama Arrabih Kota Pekanbaru 2022 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/1026 <p>Kunjungan Neonatus (KN) adalah pelayanan kesehatan pada neonatus 3 kali yaitu kunjungan neonatus I (KN I) pada 6 jam sampai dengan 48 jam setelah lahir, Kunjungan Neonatus II (KN II) pada hari ke 3 sampai hari ke 7 setelah kelahiran, dan kunjungan neonatus III (KN III) pada hari ke 8 sampai hari ke 28 setelah kelahiran. Pelayanan kesehatan diberikan oleh tenaga kesehatan, yang dilaksanakan di fasilitas kesehatan atau dilakukan melalui kunjungan rumah. Metode kasus laporan tugas akhir ini adalah studi kasus Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir dengan kunjungan neonatus 3. Tujuan asuhan yaitu memberikan informasi tentang pentingnya dilakukan kunjungan Neonatus minimal 3 kali untuk mengindentifikasi sedini mungkin perkembangan kesehatan neonatus. Metode yang digunakan untuk Kunjungan neonatus – III yaitu dilakukan pemeriksaan Kunjungan neonatus ke - III pada usia 24 hari, dan diberikan konseling kepada orang tua tentang berbagai informasi kunjungan dan tanda bahaya bayi baru lahir. Maka didapatkan hasil neonatus normal dan tidak ada kelainan pada hari kunjungan dilakukan, kondisi bayi dalam keadaan baik. Kesimpulan asuhan tentang kunjungan neonatus- III dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya dilakukan KN. Disarankan pada penyedia layanan asuhan kebidanan dapat meningkatkan pelaksanaan dan informasi kepada pasien tentang perlunya dilakukan kunjungan neonatus minimal 3 kali.</p> Rahma Yulia Raskita Octa Dwienda Ristica Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 280 287 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1026 PEMBERIAN SARI KACANG MERAH UNTUK MEMPERLANCAR PRODUKSI ASI DI KLINIK PRATAMA AR-RABIH KOTA PEKANBARU TAHUN 2021 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/474 <p>Produksi ASI yang tidak lancar&nbsp; salah satu masalah menyusui. Masalah tersebut dapat diatasi salah satunya dengan mengkonsumsi sari kacang merah, dikarenakan kandungan isoflavon yang merangsang hormon prolaktin dan oksitosin yang meningkatkan produksi ASI. Studi pendahuluan yang dilakukan di Klinik Pratama Arrabih ada 5 orang ibu nifas yang ASI nya tidak lancar. Tujuan studi kasus ini yaitu melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan pemberian sari kacang merah. Metode yang dipakai studi kasus dengan asuhan&nbsp; kebidanan pada ibu nifas dengan pemberian sari kacang merah untuk memperlancar produksi ASI, yang dilakukan dengan kunjungan ke rumah pada tanggal 27 April 2021 &amp; 03 Mei 2021. Hasil asuhan kebidanan yang diberikan pada pasien Ny. C dengan mengkonsumsi sari kacang merah sebanyak 300 ml 2 x sehari selama 7 hari berhasil mengumpulkan volume ASI dari 30 ml ASI sebelum asuhan menjadi 80 ml ASI setelah asuhan. Asuhan di atas sesuai dengan penelitian yang dilakukan (M. Safitri, 2018) bahwa adanya pengaruh pemberian sari kacang merah terhadap peningkatan produksi ASI yaitu dari 20 responden terdapat 15 orang yang mengalami peningkatan produksi ASI. Disarankan agar asuhan pada ibu nifas dilakukan secara rutin pada ibu yang mengalami ASI tidak lancar.</p> Yani Sugianti Miratu Megasari Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 170 181 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.474 PELANCAR ASI PADA IBU MENYUSUI DENGAN SAYUR DAUN KELOR DI KLINIK PRATAMA SARINAH TAHUN 2021 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/720 <p>Masalah yang sering timbul pada ibu menyusui adalah sindrom ASI kurang. Masalah sindrom ASI kurang diakibatkan oleh kecukupan bayi akan ASI tidak terpenuhi sehingga bayi mengalami ketidak puasan setelah menyusui. Tujuan asuhan kebidanan pada ibu menyusui dengan pemberian sayur daun kelor untuk memperlancar produksi ASI dan mengetahui manfaat dalam memberikan sayur daun kelor untuk meningkatkan produksi ASI. Daun kelor sangat kaya akan nutrisi, diantaranya kalsium, besi, protein, vitamin A, vitamin B dan vitamin C, mengandung zat besi dan mengandung fitosterol yang dapat meningkatkan produksi ASI bagi wanita yang sedang menyusui. Subjek studi kasus ini adalah ibu menyusui, pada subjek dilakukan asuhan kebidanan pada ibu menyusui dengan pemberian sayur daun kelor untuk memperlancar ASI. Dengan pendekatan manajemen kebidanan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Lokasi pengambilan kasus ini akan dilakukan di Klinik Pratama Sarinah Kota Pekanbaru dilanjutkan dirumah pasien. Hasil yang didapatkan adanya peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui terhadap pemberian sayur daun kelor dengan dosis 100 gram perhari yaitu dari ±20 ml menjadi ±90 ml yang dilakukan selama 7 hari dengan 3 kali kunjungan. Disarankan bagi bidan untuk meningkatkan asuhan kebidanannya dengan memberikan konseling tentang pemberian sayur daun kelor untuk meningkatkan produksi ASI dan dapat menganjurkan ibu yang produksi ASI sedikit untuk mengkonsumsi sayur daun kelor.</p> Leni Santya Liva Maita Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 195 200 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.720 ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL MUAL MUNTAH DENGAN PEMBERIAN SEDUHAN JAHE EMPRIT DI KLINIK PRATAMA AFIYAH PEKANBARU TAHUN 2022 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/1014 <p>Mual muntah atau emesis gravidarum adalah keluhan umum yang dialami wanita hamil dengan usia kehamilan 0-12 minggu dengan gejala mual dan disertai muntah yang biasanya terjadi pagi hari. Mual muntah yang terjadi pada kehamilan trimester pertama disebabkan karena terjadi peningkatan kadar hormon Estrogen dan Human Chorionic Gonadotropine (HCG). Jika tidak diatasi maka akan bertambah menjadi hiperemesis gravidarum yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan pada kehamilan. Untuk mengurangi mual muntah pada kehamilan secara non farmakologis dapat dilakukan dengan pemberian seduhan jahe emprit. Pada tahun 2021 di Klinik Pratama Afiyah Pekanbaru dari 93 ibu hamil terdapat 17 kasus ibu hamil yang mengalami mual muntah. Tujuan asuhan ini adalah memberikan asuhan pada ibu hamil yang mengalami mual muntah. Metode kasus yang digunakan adalah studi kasus dimana asuhan yang diberikan kepada Ny. N yang mengalami mual muntah dengan pemberian seduhan jahe emprit di Klinik Pratama Afiyah Tahun 2022. Asuhan yang diberikan adalah dengan pemberian seduhan jahe emprit sebanyak 2,5 gram di iris dan diseduh air panas 250 ml ditambah gula 1 sendok makan diminum 2x sehari selama 4 hari. Dari asuhan yang dilakukan selama 4 hari didapatkan hasil bahwa mual muntah yang dialami ibu terdapat pengurangan dari sebelumnya. Disimpulkan bahwa pemberian seduhan jahe emprit pada ibu hamil dapat mengurangi mual muntah. Diharapkan kepada penyedia layanan asuhan kebidanan untuk dapat menerapkan pemberian seduhan jahe emprit sebagai salah satu terapi kepada ibu hamil yang mengalami mual muntah.</p> <p>Kata Kunci : Ibu Hamil, Mual Muntah, Seduhan Jahe</p> <p>Daftar Bacaan : 22 (2010-2020)</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Dheslia Nur Arifin Widya Juliarti Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 236 241 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1014 ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN TERAPI AIR HANGAT CAMPURAN KENCUR UNTUK MENGURANGI EDEMA PADA KAKI DI KLINIK PRATAMA AR-RABIH KOTA PEKANBARU TAHUN 2022 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/1023 <table style="font-weight: 400;"> <tbody> <tr> <td width="468"> <p>Edema ialah penimbunan cairan yang berlebih dalam jaringan tubuh, dan dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembekakan kaki, jari tangan dan muka. Edema&nbsp; yang&nbsp; terjadi&nbsp; selama kehamilan&nbsp; membutuhkan&nbsp; proses&nbsp; adaptasi baik&nbsp; fisik&nbsp; maupun&nbsp; psikologis, mengakibatkan ketidaknyamanan fisiologis maupun&nbsp; patologis. Edema&nbsp; yang&nbsp; umum&nbsp; terjadi&nbsp; pada kehamilan&nbsp; adalah&nbsp;edema&nbsp; tungkai. Edema dapat&nbsp; menjadi&nbsp; gejala&nbsp; awal&nbsp; yang&nbsp; mengarah pada&nbsp; kondisi&nbsp; patologis&nbsp; bahkan&nbsp; sebagai indikator&nbsp; penyakit&nbsp; kronis&nbsp; yang&nbsp; serius&nbsp; pada kehamilan. Hasil wawancara diKlinik Pratama Ar-Rabih terdapat 5 pasien yang mengalami edema pada kaki. Tujuan Memberikan asuhan kebidanan dengan melaksanakan terapi air hangat campuran kencur untuk mengurangi edema kaki ibu hamil. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pelaksanaan terapi air hangat (hidroterapi) campuran kencur pada kaki yang mengalami edema. Penatalaksaan terapi rendam air hangat dilakukan selama 4 hari berturut turut , hasil asuhan terapi rendam air hangat campuran kencur pada Ny. R G2P1A0 selama 15 menit yang dilakukan dari tanggal 19 Juli 2022- 22 Juli 2022 didapatkan yaitu bengkak/edema pada kaki sudah berkurang. Disarankan Klinik Pratama Ar-Rabih untuk merekomendasikan kepada ibu hamil terutama yang mengalami edema untuk melakukan terapi rendam air hangat campuran kencur untuk mengurang edema pada kaki.</p> <p>Kata Kunci &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : <em>Hamil, Edema, Terapi Air Hangat Kencur</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> Siti Gelda Fafita Ani Triana Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 266 274 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1023 PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI MERAH UNTUK IBU HAMIL ANEMIA DI KLINIK PRATAMA ARRABIH KOTA PEKANBARU TAHUN 2022 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/1036 <p>Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar Hemoglobin dibawah 11 gr pada trimester I dan III atau kadar &lt;10 gr pada trimester II. Dampak amemia pada ibu hamil adalahabortus, persalinan prematur, hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim,rentan terkena infeksi dan perdarahan antepartum. Pada tahun 2021 diklinik Pratama Arrabih Pekan baru dari 248 ibu hamilyangmelakukankunjunganterdapat46kasusibuhamilmengalamianemiakehamilan.Tujuan asuhan ini adalah memberikan asuhan pada ibu hamilanemiadenganpemberianjusjambubijimerahuntukmeningkatkankadarhemoglobin.Metodekasusyangdigunakan adalah studi kasus dimana asuhan yang diberikankepadaibu G2P1A0H1UK 30 minggu 3haridengan anemiaringan di Klinik Pratama Arrabih Pekanbaru tahun 2022.Asuhanyang diberikan adalah dengan pemberian jus jambu biji merahsebanyak 2x250 ml sehari selama seminggu dari tanggal 18-24maret2022.Asuhandilakukandengan 3kali kunjungan.Dariasuhanselama7harididapatkanhasilterjadipeningkatankadar Hb ibu hamil sebesar 2,4% yang mana Sebelumnya Hbpertamaibuhamilanemia10,7gr/dlmenjadi13.1gr/dl.Disimpulkanpemberianjusjambubijimerahdapatmeningkatkankadarhemoglobinpadaibuhamilanemia.Diharapkan kepada penyedia layanan asuhan kebidanan untukdapat menerapkan pemberian jus jambu merah sebagai salahsatu terapikepadaibu hamilanemia.</p> Rantimang Widya Juliarti Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 299 303 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1036 ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DALAM PEMBERIAN DAUN KATUK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI DI PMB ERNITA KOTA PEKANBARU TAHUN 2021 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/572 <p>Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi, khususnya bayi berusia 0-6 bulan, yang fungsinya tidak dapat tergantikan oleh makanan dan minuman apapun. Berdasarkan survey&nbsp; awal yang saya lakukan di PMB Ernita, ditemukan data ibu yang mempunyai bayi tidak mendapatkan ASI Eksklusif sekitar 10 orang, salah satu cara untuk meningkatkan program ASI terpenuhi adalah dengan daun katuk. Di Indonesia, Nutrisi daun katuk mampu meningkatkan produksi susu dengan meningkatkan metabolisme glukosa untuk sintesis laktosa. Tujuan&nbsp; laporan kasus ini yaitu mampu melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan memberikan daun katuk untuk meningkatkan produksi ASI. <strong>Metode</strong>: Metode penelitian menggunakan studi kasus. pendekatan asuhan berdasarkan standar asuhan kebidanan ibu nifas dimana asuhan kebidanan dilakukan pemberian rebusan daun katuk selama 7 hari berturut-turut ini dilaksanakan di PMB Ernita, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan rumah selama 7 hari. <strong>Hasil</strong>: Ibu nifas yang diberi air rebusan daun katuk selama 7 hari mengalami peningkatan produksi ASI. <strong>Pembahasan</strong>: Hal ini sesuai dengan teori bahwa daun katuk merupakan tumbuhan multi khasiat&nbsp; tetapi juga bisa sebagai pelancar ASI yang berguna untuk membantu para ibu yang mengalami kesulitan tentang ASI atau seputar masalah menyusui bisa menggunakan daun katuk.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; :&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Asuhan Kebidanan, Ibu Nifas, Penggunaan Daun Katuk</p> <p>Daftar Pustaka : &nbsp;(2014-2021)</p> Meishella Ayu Reyaningtyas Rika Andriyani Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 187 194 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.572 ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DENGAN MENGGUNAKAN AROMATERAPI LAVENDER DALAM MENGURANGI MUAL MUNTAH DI PMB MURTINAWITA, SST KOTA PEKANBARU TAHUN 2021 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/815 <p>Mual muntah merupakan ketidaknyamanan umum yang dialami oleh 50% wanita hamil umumnya terjadi pada trimester pertama. Mual muntah yang berlebihan akan menyebabkan menurunnya cairan elektrolit dalam tubuh ibu sehingga terjadi hemokosentrasi yang dapat memperlambat peredaran darah, nafsu makan menurun, sehingga dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin, gangguan nutrisi serta penurunan berat badan. Salah satu penatalaksanaan untuk mengurangi terapi mual muntah adalah dengan memberikan aromaterapi lavender. Tujuan dari laporan tugas akhir ini adalah untuk melakukan asuhan kebidanan secara menyeluruh dan berkesinambungan pada ibu yang mengalami mual muntah dengan menggunakan aromterapi lavender. Waktu pelaksanaan pada tanggal 28-30 juni 2021.Sampel yaitu ibu hamil mual muntah yang dilakukan pemberian aromaterapi lavender sebanyak 2 kali kunjungan selama 3 hari waktu pelaksanaannya didapatkan frekuensi mual muntah sebelum diberikan aromaterapi lavender ibu mengalami mual muntah sebanyak 5 kali dalam sehari setelah diberikan aromaterapi lavender selam 3 hari didapatkan hasil mual muntah ibu menurun menjadi 3 kali dalam sehari. Disarankan kepada bidan untuk dapat menginformasikan&nbsp; pada ibu hamil mual muntah dengan memberikan aroma terapi lavender sebagai terapi non farmakologi untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil trimester I.Mual muntah merupakan ketidaknyamanan umum yang dialami oleh 50% wanita hamil umumnya terjadi pada trimester pertama. Mual muntah yang berlebihan akan menyebabkan menurunnya cairan elektrolit dalam tubuh ibu sehingga terjadi hemokosentrasi yang dapat memperlambat peredaran darah, nafsu makan menurun, sehingga dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin, gangguan nutrisi serta penurunan berat badan. Salah satu penatalaksanaan untuk mengurangi terapi mual muntah adalah dengan memberikan aromaterapi lavender. Tujuan dari laporan tugas akhir ini adalah untuk melakukan asuhan kebidanan secara menyeluruh dan berkesinambungan pada ibu yang mengalami mual muntah dengan menggunakan aromterapi lavender. Waktu pelaksanaan pada tanggal 28-30 juni 2021.Sampel yaitu ibu hamil mual muntah yang dilakukan pemberian aromaterapi lavender sebanyak 2 kali kunjungan selama 3 hari waktu pelaksanaannya didapatkan frekuensi mual muntah sebelum diberikan aromaterapi lavender ibu mengalami mual muntah sebanyak 5 kali dalam sehari setelah diberikan aromaterapi lavender selam 3 hari didapatkan hasil mual muntah ibu menurun menjadi 3 kali dalam sehari. Disarankan kepada bidan untuk dapat menginformasikan pada ibu hamil mual muntah dengan memberikan aroma terapi lavender sebagai terapi non farmakologi untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil trimester I.</p> Nur Hasanah Nelly Karlinah Berliana Irianti Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 230 234 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.815 ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DENGAN MUAL MUNTAH MENGGUNAKAN THERAPY LEMON https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/1021 <p><strong>Mual (<em>nause</em>) dan muntah (<em>emesis gravidarum</em>) adalah gejala yang wajar dan sering didapatkan pada kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala-gejala ini kurang lebih terjadi setelah 6 minggu dari hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Pada kasus <em>Emesis gravidarum</em> yang tidak diatasi akan menimbulkan gejala <em>patologi</em> yaitu <em>Hiperemesis gravidarum </em>yang mana jika dibiarkan akan berakibat buruk nantinya terutama pada janin atau kehamilan ibu. Tujuan dari asuhan ini adalah melihat pengaruh dari therapy lemon dalam mengatasi mual muntah pada ibu hamil trimester I di Kota Pekanbaru. Subjek studi kasus ini adalah ibu hamil trimester I yang mengalami mual muntah dan melakukan pendokumentasian dalam bentuk SOAP dan menggunakan instrumen asuhan kebidanan. Hasil asuhan menunjukan bahwa asuhan therapy lemon yang diberikan penulis terhadap pasien di katakan dapat mengurangi mual dan muntah yang di alami ibu. Pada kunjungan pertama keluhan mual dan muntah yang ibu rasakan 3-5 kali dalam sehari. Kemudian setelah diberikan asuhan therapy lemon terhadap ibu selama 1 minggu ibu mengatakan bahwa mual dan muntah ibu sudah berkurang yaitu dengan frekuensi 1 kali dalam sehari. Penulis berharap asuhan <em>therapy lemon</em> ini dapat dijadikan sebagai salah satu asuhan kebidanan yang tepat terhadap ibu hamil untuk mengurangi mual muntah yang dialami pada awal kehamilan</strong></p> Maya Eka Maya Pratiwi Ningsih Ika Putri Damayanti Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 255 260 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1021 ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN KOMPRES HANGAT DALAM MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PUNGGUNG DI PMB ERNITA KOTA PEKANBARU TAHUN 2022 https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/1032 <div><span lang="EN-US">Nyeri punggung merupakan ketidak nyamanan pada kehamilan yang disebabkan oleh pergesaran pusat gravitasi dan perubahan postur tubuh pada ibu hamil, salah satu cara mengatasinya yaitu dengan menggunakan non farmakologi dengan terapi kompres hangat untuk menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil. Di PMB Ernita masih menerapkan penanganan secara farmakologi dengan pemberian kalsium dan analgesik. Tujuan asuhan kebidanan ini adalah Mampu melaksanakan asuhan kebidanan secara menyeluruh danberkesinambungan pada ibu hamil dengan pemberian kompres hangat dalam menurunkan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan asuhan kebidanan cara terapi kompres hangat dengan kreteria pasien ibu hamil trimester III dengan nyeri punggung. Setelah dialkukan asuhan slma. Setelah diberikan asuhan nyeri punggung ibu hamil berada di skala 5 yaitu nyeri sedang, Kesimpulannya setelah diberikan kompres hangat selama 1 kali pemberian belum ada perubahan rasa nyeri yang dirasakan ibu . Pada kajian II sudah dilakukan terapi kompres hangat selama 7 hari nyeri punggung ibu berada di skala 3 yaitu nyeri mulai berkurang. Kesimpulannya adapun penurunan nyeri setelah dilakukan asuhan kompres hangat selama 7 hari nyeri punggung sudah mulai berkurang. Diharapkan kepada setiap klinik dapat memberikan informasi bgmn cara mengatasi nyeri punggung dengan terapi tentang penanganan nyeri punggung menggunakan kompres hangat di kelas ibu hamil.</span></div> Sarifah Riza Febrianti Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 288 293 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1032 METODE PIJAT LAKTASI PADA IBU NIFAS UNTUK MELANCARKAN PENGELUARAN ASI DI KLINIK PRATAMA ARRABIH https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/486 <p>Pijat laktasi adalah pemijatan pada punggung ibu dan breast care, yang bertujuan merangsang keluarnya hormone prolaktin dan oksitosin. Pijat laktasi merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidak lancaran produksi ASI. Pijat laktasi dapat dilakukan oleh suami atau keluarga sehingga memberikan kenyamanan pada ibu menyusui. Dari studi pendahuluan di Klinik Pratama Arrabih terdapat 6 orang ibu nifas dan diantara 3 diantaranya mengalami ASI tidak lancar dan memberikan susu formula. Tujuannya studi kasus ini yaitu melakukan asuhan kebidanan kepada ibu nifas dengan penatalaksanaan pijat laktasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan asuhan kebidanan pada ibu nifas penatalaksanaan pijat laktasi untuk memperlancar produksi ASI di Klinik Pratama Arrabih dan kunjungan rumah pada Ny. S dari tanggal 25 April 2021 sampai 27 April 2021. Hasil yang dilakukan yaitu kunjungan pertama pengeluaran ASI tidak lancar, pada hari kedua dan ketiga adanya peningkatan perubahan volume ASI serta tidak mengalami komplikasi masa nifas. Disimpulkan adanya perubahan volume ASI setelah dilakukan pijat laktasi. Diharapkan penyedia layanan untuk mengikuti pelatihan pijat laktasi agar dapat menerapkan metode pijat laktasi.</p> Fariska Rianda Yanda Miratu Megasari Copyright (c) 2023 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) 2023-01-26 2023-01-26 2 2 159 169 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.486