https://jom.htp.ac.id/index.php/rmik/issue/feed Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) 2022-07-08T08:28:56+07:00 Wen Via Trisna, SKM., MKM wenvia@htp.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal online mahasiswa Program Studi Rekam Medis Informatika Kesehatan STIKes Hang Tuah Pekanbaru (e-ISSN 2776-6314) berisikan artikel ilmiah dari Tugas Akhir dan atau sebagian dari Tugas Akhir mahasiswa Diploma Tiga (3) Program Studi Rekam Medis Informatika Kesehatan yang merupakan kewajiban mahasiswa menggunggah karya ilmiah sebagai syarat ujian sarjana. Kewajiban unggah tersebut tertuang dalam Peraturan Ketua STIKes No. 415/UN19/AK/2012 tentang Pedoman Penerbitan Karya Ilmiah Sebagai Persyaratan Kelulusan Mahasiswa Diploma Tiga (3) STIKes Hang Tuah Pekanbaru.</p> https://jom.htp.ac.id/index.php/rmik/article/view/354 Tinjauan Sistem Pengelolaan Rekam Medis di Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru Tahun 2021 2021-08-09T05:26:13+07:00 Laura florentina fresha Laurafresha29@gmail.com Tona Doli Silitonga toenadunkz21@gmail.com Yeye Supriatin 3yeyesupriatin@yahoo.com <p>Sistem penaman di Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru pada penulisan penamaan bayi baru lahir hanya menggunakan By tidak menggunakan By, Ny. di bagian pendaftaran dan rekam medis di Rumah sakit Bina Kasih pekanbaru terpisah dan penanggung jawabnya berbeda. Sistem Pendistribusian rekam medis di Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru memiliki petugas pendistribusian yang berjumlah 3 orang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan sistem penamaan rekam medis, sistem pendaftaran rekam medis, dan sistem pendistribusiaan di Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian terdiri dari 4 orang yaitu, 1 (Satu) Kepala Rekam Medis, 2 (dua) Bagian pendaftaran, dan (1) Bagian pendistribusian. Hasil penelitian di peroleh bahwa penulisan penamaan bayi baru lahir di Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru hanya menggunakan By tidak menggunakan By, Ny. Di Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru rekam medis dan bagian pendaftaran terpisah. Pendistribusian di Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru memiliki petugas pendistribusian 3 orang. Dapat disimpulkan sistem penamaan rekam medis di rumah sakit bina kasih tidak sesuai dengan DepKes karena sistem penamaan bayi baru lahir hanya menggunakan By tidak menggunakan By, Ny. Rekam medis dan bagian pendaftran terpisah dan penanggung jawab berbeda, bagian pendaftaran mengelola dan mendata dari IGD, rawat jalan, dan rawat inap sehingga ketika pasien datang petugas kewalahan mendata pasien dan juga bisa memperlambat proses pelayanan. Pendistribusian di rumah sakit bina kasih pekanbaru jarak antara rekam medis dan bagian pendaftran jauh, jarak nya antara lantai dasar dan lantai atas jadi pengantaran berkas menjadi lama.</p> 2022-07-08T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) https://jom.htp.ac.id/index.php/rmik/article/view/355 Analisa Kompetensi Petugas Casemix Dengan Latar Belakang Pendidikan Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan Di Rumah Sakit PMC Tahun 2021 2021-08-09T04:57:58+07:00 Ridho Alfisyahrin Fauzan ridhoalfi27@gmail.com Arnawilis Arnawilis arnawilis.adhie@yahoo.com <p>Kompetensi adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja. Ada tujuh kompetensi yang harus dimiliki oleh perekam medis dalam menjalankan tugasnya. Untuk mendapatkan kompetensi tersebut petugas <em>casemix</em> harus menempuh pendidikan rekam medis dan informasi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi petugas casemix dengan latar belakang pendidikan rekam medis dan informasi kesehatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara pengolahan data yang digunakan teknik non statistik dan analisa data dengan teknik analisa kualitatif dengan proses induksi. Hasil penelitian di Rumah Sakit PMC untuk pengetahuan ditemukan petugas <em>casemix</em> sudah memiliki pengetahuan yang sudah baik dari pendidikan formal. Secara keterampilan kemampuan petugas <em>casemix</em> sudah bagus dan berdiskusi meningkatkan keterampilan dan menyelesaikan permasalahan. Sedangkan sikap petugas casemix diketahui sangat teliti dan akurat dalam pengkodingan. Kesimpulan dari penelitian ini pengetahuan petugas <em>casemix</em> sudah sangat membantu dalam pengkodingan. Dan sikap petugas <em>casemix</em> sudah sangat bagus dalam pengkodingan. Saran dari penelitian ini diharapkan petugas untuk lebih sering ikut kursus atau pelatihan sehingga pengetahuan dan keterampilan lebih meningkat dan dapat mempertahankan sikap yang dimiliki saat ini.</p> <p> </p> 2022-07-08T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) https://jom.htp.ac.id/index.php/rmik/article/view/363 Analisis Kelengkapan Rekam Medis Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center Tahun 2020 2021-08-09T03:45:07+07:00 Nani Mayolia nanimayolia24@gmail.com Sy. Effi Daniati sy.effidaniati@htp.ac.id Tri Purnama Sari tripurnamasari@htp.ac.id <p>Rekam Medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam Medis harus diisi lengkap 100% ≤ 24 jam setelah selesai pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelengkapan rekam medis pasien rawat jalan. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan metode kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh berkas rekam medis rawat jalan di bulan Oktober 2020 yang berjumlah 2350 rekam medis pasien sedangkan untuk sampel pada penelitian ini berjumlah 96 sampel dengan informan penelitian berjumlah 3 informan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik <em>Simple Random Sampling, </em>serta pengolah data dengan 2 cara yaitu pegolahan data kuantitatif dan pengolahan data kualitatif. Hasil penelitian yaitu Presentase kelengkapan rekam medis pasien rawat jalan berdasarkan <em>review </em>identifikasi memiliki rata rata presentase kelengkapan 94,9%, Presentase kelengkapan rekam medis pasien rawat jalan berdasarkan <em>review</em> autentifikasi memilki rata rata presentase kelengkapan 82,2%, Presentase kelengkapan rekam medis pasien rawat jalan berdasarkan <em>review</em> pencatatan memiliki rata rata presentase kelengkapan 94,3%, Presentase kelengkapan rekam medis pasien rawat jalan berdasarkan <em>review</em> Pelaporan Penting memilki rata rata presentase kelengkapan 96,8% Faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan rekam medis yang dilihat dari Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Sumber Daya Manusia (SDM).Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih ditemukannya beberapa item yang tidak diisi lengkap oleh dokter/perawat serta tenaga medis lain untuk item yang paling tinggi presentase ketidaklengkapannya dan sering tidak diisi adalah alamat, tempat tanggal lahir dan pekerjaan serta nama dokter/perawat, tanda tangan dan faktor yang mempengaruhinya adalah SOP dan SDM.</p> 2022-07-08T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) https://jom.htp.ac.id/index.php/rmik/article/view/368 Analisis Penggunaan Sistem Informasi Nomor Antrian Rekam Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2020 2021-08-10T02:50:52+07:00 Twenty Gustia twentygustiia08@gmail.com Nur Maimun nurmaimun83@gmail.com Mardeni Mardeni mdn@htp.ac.id <p>Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas pendaftaran dan petugas EDP (<em>Elektronik Data Proses)</em> bahwa sistem informasi manajemen rumah sakit yang digunakan adalah aplikasi yang diberi nama SINORIREMED (Sistem Informasi Nomor Antrian Rekam Medis). Sistem informasi manajemen rumah sakit di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi Provinsi Riau sudah berjalan tetapi di bagian pendaftaran terkadang&nbsp; terjadi nomor antrian yang <em>double</em>, terkadang juga data pasien sudah di input tetapi <em>output</em> yang dihasilkan sistem di poli tidak muncul, sehingga menyebabkan data yang tersimpan dan informasi yang dihasilkan oleh sistem tidak akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan sistem informasi nomor antrian rekam medis (SINORIREMED) pada bagian pendaftaran di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2020. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kulitatif yaitu memproleh gambaran secara fakta tentang sistem informasi nomor antrian rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2020. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa alur penggunaan SINORIREMED sudah ada dan pasien juga bisa melihat alur pendaftaran didepan pintu masuk Rumah Sakit. Sumber Daya Manusia yang menggunakan SINORIREMED terdiri dari 6 orang yang mana 4 orang tamatan D III Rekam Medis, 1 orang tamatan S1 Komunikasi, 1 orang tamatan D III Kebidanan. Standar Prosedur Operasional SINORIREMED belum ada sehingga petugas tidak mempunyai acuan untuk menjalankan SINORIREMED secara baik karena Standar Operasional Prosedur itu sangat penting sebagai acuan dalam&nbsp; melaksanakan kegiatan. Prasarana yang ada di Rumah Sakit untuk menjalankan SINORIREMED sudah ada dan bisa digunakan. Kesimpulan diharapkan untuk pihak rumah sakit untuk mesosialisasikan terkait SOP tentang SINORIREMED agar petugas memiliki acuan untuk menjalankan SINORIREMED secara benar sesuai aturan yang berlaku dan dapat mengadakan perbaikan secara berkala.</p> 2022-07-08T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) https://jom.htp.ac.id/index.php/rmik/article/view/386 Tinjauan Pelaksanaan Retensi Rekam Medis Aktif Menjadi Inaktif di Puskesmas Tanjung Balai Karimun Tahun 2021 2021-08-09T15:10:42+07:00 Mailisa Dwi Cahayati mailisadwicahayati06@gmail.com Doni Jepisah donijepisah@htp.ac.id Zulhenry enridunant@yahoo.co.id <p>Retensi rekam medis merupakan suatu kegiatan pengurangan rekam medis dari rak penyimpanan dengan penentuan jangka waktu penyimpanan rekam medis ditentukan atas dasar nilai kegunaan tiap-tiap rekam medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui Pelaksanaan Retensi Rekam Medis Aktif Menjadi Inaktif di Puskesmas Tanjung Balai Karimun Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 orang petugas sebagai informannya. Data dengan teknik analisa kualitatif yang melibatkan proses berpikir induksi dan deduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan Retensi Rekam Medis Aktif Menjadi Inaktif di Puskesmas Tanjung Balai belum berjalan dengan maksimal dikarenakan masih mengalami kendala seperti belum terdapatnya jadwal retensi arsip yang spesifik, kurangnya sumber daya manusia dan terbatasnya sarana dan prasarana dalam melakukan kegiatan.Untuk meningkatkan pelaksanaan retensi rekam medis, sebaiknya Puskesmas Tanjung Balai membuat jadwal retensi arsip yang spesifik , menambahkan sarana dan prasarana untuk perlengkapan penyimpanan rekam medis serta merekrut pegawai yang berlatar belakang khusus rekam medis maupun di bidang kearsipan.</p> 2022-07-08T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) https://jom.htp.ac.id/index.php/rmik/article/view/391 Gambaran Motivasi Kinerja Perekam Medis Di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center Tahun 2021 2021-08-09T05:07:30+07:00 Christin Natalia Permata Sari Sinaga Christinsinaga99@gmail.com dr. Arnawilis, MARS arnawilis.adhie@yahoo.com <p class="s12"><span class="s11">Tenaga kesehatan merupakan setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan, tentang kesehatan ini juga harus memiliki keterampilan atau yang diambil dari pendidikan dibidang kesehatan. Rumah sakit merupakan suatu organisasi tentang medis yang profesional serta terorganisir dan sarana prasarana kedokteran yang permanen dalam menyelenggarakan pelayanan kedokteran maupun asuhan keperawatan yang berkesinambungan dalam diagnosis dan pengobatan penyakit yang diderita oleh seorang pasien. Salah satu sumber informasi yang baik adalah yang berasal dari data rekam medis. Motivasi kerja merupakan sebagai sesuatu yang dapat menimbulkan semangat kerja dan menjadi landasan bagi seseorang dalam melakukan setiap pekerjaannya. </span><span class="s11">Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan informan penelitian 4 orang. Instrumen dengan penelitian ini dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini adalah Prestasi yang dimiliki oleh petugas rekam medis seperti karyawan teladan dan terbaik umtuk tenggung jawab setiap tugas yang diberikan mereka akan ada pengawasan dan hukuman jika lalai, sedangkan peluang untuk maju mereka yang mampu menyelesaikan pekerjaan dengan tepat dan untuk kepuasan kerja apabila petugas mampu menyelesaikan tugas dan memberikan pelayanan baik mereka akan merasakan kepuasan, untuk prosedur kerja petugas sudah melakukan sesuai dengan prosedur yang ada, untuk hubungan interpersonal mereka melakukan laporan kerja ke atasannya untuk mengetahui dan memecahkan suatu masalah. </span><span class="s11">Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa petugas rekam medis di rumah sakit Pekanbaru Medical Center </span><span class="s11">memiliki motivasi</span><span class="s11"> kinerja yang sangat baik. Karna petugas rekam medis bekerja secara profesional.</span></p> 2022-07-08T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) https://jom.htp.ac.id/index.php/rmik/article/view/429 Perancangan Dan Prosedur Penggunaan Petunjuk Keluar (Outguide) Untuk Penyimpanan Rekam Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2021 2021-10-07T04:23:19+07:00 Fadillah Rusmiati fadillahrusmiati17@gmail.com Fitriani Astika fitrianiastika123@gmail.com Shauma Fajri kingjhie@gmail.com <p>Pada penyimpanan<span style="font-size: 0.875rem;"> </span><span style="font-size: 0.875rem;">rekam medis bagian penyimpanan</span><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><em style="font-size: 0.875rem;">(filling)</em><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><span style="font-size: 0.875rem;">petugas</span><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><em style="font-size: 0.875rem;">filling</em><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><span style="font-size: 0.875rem;">di Ruma</span><span style="font-size: 0.875rem;">h Sakit Umum Daerah Petala Bumi Provinsi Riau tidak dari tamatan Rekam medis, Menurut Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 377/MENKES/SK/III/2007 tentang standar profesi Rekam Medis dan </span><span style="font-size: 0.875rem;">Informasi Kesehatan menjelaskan bahwa rekam medis dan informasi kesehatan merupakan aspek penting untuk mendukung keberhasilan pembangunan kesehatan. Pada penyimpanan rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi belum dilaksanakannya pemakaian </span><em style="font-size: 0.875rem;">outguide</em><span style="font-size: 0.875rem;">. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan petunjuk keluar</span><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><em style="font-size: 0.875rem;">(outguide)</em><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><span style="font-size: 0.875rem;">di penyimpanan rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi Provinsi Riau. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Subjek penelitian berjumlah 2 orang yaitu 1 orang kepala instalasi rekam medis, 1 orang petugas rekam medis bagian penyimpanan</span><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><em style="font-size: 0.875rem;">(filling)</em><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><span style="font-size: 0.875rem;">dan objek penelitiannya sistem penyimpanan rekam medis, pengolahan data dalam peenlitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan teknik non statistik dengan tidak menggunakan analisa statistik tetapi pengolahan data yang dilakukan dengan metode wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Rancangan petunjuk keluar</span><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><em style="font-size: 0.875rem;">Outguide</em><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><span style="font-size: 0.875rem;">pada penyimpanan berkas rekam medis dengan panjang 35 cm dan lebar 24 cm pada petunjuk keluar</span><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><em style="font-size: 0.875rem;">(outguide)</em><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><span style="font-size: 0.875rem;">tercantum : nama pasien, no. RM, tanggal keluar, dan tujuan RM/peminjam. Dan belum diterapkannya pemakaian petunjuk keluar</span><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><em style="font-size: 0.875rem;">outguide</em><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><span style="font-size: 0.875rem;">di penyimpanan berkas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi Provinsi Riau disertai dengan tidak adanya SPO petunjuk keluar</span><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><em style="font-size: 0.875rem;">outguide. </em><span style="font-size: 0.875rem;">Kesimpulan dari penelitian ini adalah Rancangan petunjuk keluar</span><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><em style="font-size: 0.875rem;">Outguide</em><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><span style="font-size: 0.875rem;">pada penyimpanan berkas rekam medis dengan panjang 35 cm dan lebar 24 cm pada petunjuk keluar</span><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><em style="font-size: 0.875rem;">(outguide)</em><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><span style="font-size: 0.875rem;">tercantum : nama pasien, no. RM, tanggal keluar, dan tujuan RM/peminjam. petunjuk keluar</span><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><em style="font-size: 0.875rem;">outguide</em><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><span style="font-size: 0.875rem;">di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi Provinsi Riau belum diterapkan dan belum adanya SPO mengenai petunjuk keluar</span><span style="font-size: 0.875rem;"> </span><em style="font-size: 0.875rem;">(outguide)</em><span style="font-size: 0.875rem;">.</span></p> <p> </p> 2022-07-08T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) https://jom.htp.ac.id/index.php/rmik/article/view/470 Kelengkapan Administrasi Rawat Inap Pasien BPJS Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2021 2021-10-05T02:57:27+07:00 Febrianti Febrianti Ffebrianti1315@gmail.com Henny Maria Ulfa hennymariaulfa@htp.ac.id <p>Kelengkapan administrasi rawat inap pasien BPJS di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepulaun Meranti dengan tujuan mengetahui pengetahuan pasien terhadap kelengkapan administrasi rawat inap pasien BPJS, Alur penggunaan, akses informasi dan alasan ketidaklengkapan administrasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian&nbsp; terdiri dari 5 orang, Instruman yang digunakan Pedoman Wawancara, Pedoman Observasi, Alat Tulis, dan Handphone. Analisa dilakukan dengan cara Triangulasi. Hasil penelitian didapatkan kelengkapan adminnistrasi rawat inap pasien BPJS di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti belum berjalan dengan baik. Dapat disimpulkan kelengkapan adminnistrasi rawat inap pasien BPJS di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2021 belum berjalan dengan&nbsp; baik, pengetahuan pasien yang masih minim terkait administrasi rawat inap pasien BPJS, alur penggunaan dan akses informasi yang sebenarnya mudah untuk dijangkau. Alasan ketidaklengkapan beberapa administrasi pasien yang tidak sinkron. Sehingga terjadinya hambatan dalam proses pelayanan administrasi dan terlambatnya proses klaim BPJS.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> 2022-07-08T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) https://jom.htp.ac.id/index.php/rmik/article/view/479 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prosedur Kerja Perekam Medis Dalam Situasi Wabah Covid-19 Di RSUD Provinsi Riau Tahun 2020 2021-10-05T02:54:50+07:00 Cindy Emilia Sari cindysari546@gmail.com Sy Effi Daniati sy.effidaniati@htp.ac.id Sivia Sumarda siviasumarda@gmail.com <p>Pelayanan Kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru akan sangat berbeda dengan keadaan sebelumnya <em>Covid-19</em>, Rumah sakit perlu menyiapkan Prosedur keamanan yang lebih ketat dimana Protokol PPI diikuti sesuai standar. Berdasarkan Studi awal di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau Penulis menemukan tidak ada perubahan waktu kerja disaat pandemi, sudah berjalannya prosedur kerja perekam medis dan belum ada SOP khusus Pasien <em>Covid-19.</em> Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prosedur kerja Perekam medis dalam sistuasi wabah <em>Covid-19</em> di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2020. Metode Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif dengan Pendekatan Kualitatif. Informan penelitian ini berjumlah 3 orang. Teknik Pengumpulan data dengan Wawancara dan observasi. Pengolahan data dilakukan dengan Teknik <em>Triangulasi</em>, sedangkan analisis data dengan menggunakan metode Kualitatif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan APD sudah digunakan oleh para Petugas, akan tetapi Penggunaan APD Kurang Maksimal dijalankan serta kurangnya kesadaran dari beberapa petugas dalam penggunaan APD, SOP Alat pelindung diri belum ada, belum Pernah disosialisasikan dan masih terbatasnya APD di RSUD Petala Bumi. Kesimpulan dari Penelitian di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau Penyimpanan berkas Rekam Medis pasien <em>Covid-19</em> digabung dengan Pasien <em>lainnya. </em>Kurangnya pengetahuan petugas tentang perawatan, pemeliharaan berkas rekam medis pada Pandemi saat ini. saran untuk penelitian ini sebaiknya petugas harus memelihara rekam medis di masa pandemi saat ini karena dari berkas bisa tertular virus ke manusia.</p> 2022-07-08T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) https://jom.htp.ac.id/index.php/rmik/article/view/519 Faktor–Faktor Penyebab Tidak Ditemukannya Berkas Rekam Medis Diruang Penyimpanan Di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi Provinsi Riau 2021-10-09T13:59:03+07:00 Tiya Meiliani tiyameilianii34564@gmail.com Wen Via Trisna wenvia@htp.ac.id <p>Sistem penyimpanan rekam medis mrupakan salah satu faktor penting dalam pemberian pelayanan di rumah sakit.Oleh karena itu, penyimpanan dokumen rekam medis harus dikelola dengan baik untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien.Filling merupakan unit rekam medis yang menyimpan dan menyediakan dokumen rekam medis yang telah lengkap isinya.Berdasarkan observasi awal di RSUD Petala Bumi yang telah diamati bahwa penyebab tidak ditemukannya berkas rekam medis disebabkan oleh beberapa unsur, yaitu unsur man, methode.Material, machine, environment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab tidak ditemukannya berkas rekam medis diruang penyimpanan di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek pada penelitian ini terdiri dari Kepala Rekam Medis, Petugas Filling, Petugas Filling bagian IGD. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa kualitatif yaitu dengan proses berfikir induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Unsur man, staff rekam medis memiliki latar belakang pendidikan D3 sebanyak 12 orang dan S1 sebanyak 4 orang, pelatihan hanya diadakan satu tahun sekali dan tidak pernah mengikuti pelatihan mengenai filling. Unsur Methode, Belum adanya SOP(Standar Operasional Procedure) penyimpanan dan pengambilan rekam medis. Unsur Machine, tracer dan outguide sudah ada, namun jarang digunakan. Unsur material, map rekam medis terbuat dari kertas art paper 260 gram dengan rak penyimpanan tertutup dan terbuka.Unsur environment, ukuran ruang penyimpanan 15 m x 15 m, belum memadai karena masih banyaknya berkas rekam medis yang disimpan didalam kardus dan sirkulasi udara yang kurang baik. Dampak dari penyebab tidak ditemukannya berkas rekam medis pasien menjadi lama menunggu, pelayanan menjadi lambat, kerja menjadi tidak beraturan. Kesimpulan tidak semua petugas rekam medis mengikuti pelatihan, pelatihan yang diadakan mengenai koding, tidak pernah mengenai sistem penyimpanan, pelatihan biasanya diadakan hanya 1 dalam setahun, riau belum adanya SOP (Standar Operasional Procedure) dalam penyimpanan dan pengambilan berkas rekam medis, tracer dan outguide yang jarang digunakan, map rekam medis sudah menggunakan map yang aman, ruangan dalam penyimpanan berkas rekam medis berukuran luas 15 m x 15 m, tidak ada alat pengukur suhu dan kelembaban dalam ruang penyimpanan dan ventilasi tidak dibuka, dampak yang terjadi akibat tidak ditemukannya berkas rekam medis, pasien menjadi lama menunggu, dokter bisa marah karena riwayat anamnesa pasien ada didalam rekam medis, pelayanan menjadi lambat, kerja menjadi tidak beraturan. Saran sebaiknya petugas rekam medis mengikuti pelatihan minimal 1 kali dalam 6 bulan, sebaiknya ada SOP (Standar Operasional Procedure) tentang penyimpanan dan pengambilan rekam medis, sebaiknya petugas menggunakan alat penunjang seperti tracer, dalam penyimpanan dan pengambilan berkas rekam medis berjalan sesuai SOP(Standar Operasional Procedure), material yang digunakan dalam penyimpanan berkas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi sudah cukup baik, sebaiknya adanya penambahan ruangan, adanya alat yang mengukur suhu dna kelembaban dalam ruang penyimpanan dan ventilasi udara yang dibuka sehingga sirkulasi udara baik, sebaiknya petugas bekerja sesuai dengan SOP (Standar Operasional Procedure) yang telah ada.</p> <p> </p> 2022-07-08T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal)